Asosiasi antara Status Vitamin D 25(Oh)D dengan Albuminuria pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

Tities Anggraeni Indra, Aida Lydia, Dyah Purnamasari, Siti Setiati

Abstract

Pendahuluan. Angka kejadian nefropati diabetik di Indonesia dilaporkan meningkat. Defisiensi vitamin D juga cukup tinggi. Berbagai faktor telah diidentifikasi turut memperberat kejadian nefropati diabetik salah satunya status vitamin D 25(OH)D. Namun demikian, bekum ada studi yang mengidentifikasi hubungan keduanya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi antara status vitamin D 25(OH)D dengan albuminuria pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Indonesia.

Metode. Dilakukan studi potong lintang pada 96 pasien diabetes melitus (DM) tipe 2 yang berobat ke poliklinik MetabolikEndokrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Jakarta pada November-Desember 2012. Pemeriksaan kadar vitamin D 25(OH)D diilakukan dengan menggunakan kit Diasorin dengan metode CLIA, sedangkan albuminuria dinilai berdasarkan kadar albumin pada sampel urin sewaktu. Uji statistik yang digunakan meliputi uji chi square pada analisis bivariat dan regresi logistik pada analisis multivariat.

Hasil. Prevalensi defisiensi vitamin D 25(OH)D pada pasien diabetes melitus tipe 2 sebesar 49% dengan nilai median kadar vitamin D 25(OH)D adalah 16,35 (4,2-41,4) ng/mL. Tidak didapatkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara defisiensi vitamin D dengan albuminuria, baik pada analisis bivariat maupun multivariat (OR 0,887; IK95% 0,3352,296). Faktor perancu yang memengaruhi hubungan antara defisiensi vitamin D dengan kejadian albuminuria pada pasien DM tipe 2 adalah kontrol gula darah yang buruk dan berat badan lebih.

Simpulan. Studi ini belum dapat menyimpulkan adanya hubungan antara defisiensi vitamin D 25(OH)D dengan albuminuria pada pasien DM tipe 2 di Indonesia.

Kata Kunci: albuminuria, defisiensi vitamin D 25(OH)D, DM tipe 2

 

The Association between Vitamin D 25(OH)D Level and Albuminuria in Type 2 Diabetes Mellitus

Introduction. Vitamin D 25(OH)D deficiency was reported as a possible risk factor for the development of diabetic nephropathy in several epidemiologic studies. Whether vitamin D 25(OH)D deficiency plays a role in the development of diabetic nephropathy in Indonesia is unknown. This study aims to determinate the association between vitamin D 25(OH)D level with albuminuria in patients with type 2 diabetes mellitus in Indonesia.

Methods. A cross-sectional study was conducted in 96 patients with type 2 diabetes mellitus at outpatient clinic of MetabolicEndocrine Cipto Mangunkusumo Hospital. Serum vitamin D level was assessed using Diasorin kit with CLIA method, while albuminuria was assessed using random urine sample. Statistical analysis was conducted using chi square for bivariate analysis and regression logistic method for multivariate analysis.

Results.The prevalence of vitamin D 25(OH)D deficiency in patients with type 2 diabetes mellitus was 49% with a median value 16,35 (4,2-41,4) ng/mL. There was no significant correlation between vitamin D deficiency with the severity of albuminuria (OR 0,887; 95% CI 0,335 to 2,296). Confounding factors such as poor blood glucose control and overweight strongly influenced the association between vitamin D deficiency with the incidence of albuminuria in patients with type 2 diabetes mellitus.

Conclusion. The results of this study showed that there was no association between vitamin D deficiency with the severity of albuminuria in patients with type 2 diabetes mellitus in Indonesia. 

Keywords

albuminuria, deficiency of vitamin D 25 (OH) D, type 2 diabetes mellitus

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.