Faktor Risiko Terjadinya Hepatotoksisitas Imbas Obat Antituberkulosis pada Pasien HIV/AIDS

Lies Luthariana, Teguh H. Karjadi, Irsan Hasan, C. Martin Rumende

Abstract

Pendahuluan. Hepatotoksisitas imbas antituberkulosis (OAT) banyak didapatkan pada pasien HIV/AIDS. Beberapa faktor risiko terjadinya hepatotoksisitas imbas obat seperti alkoholisme, infeksi hepatitis B maupun C, abnormalitas transaminase, status gizi kurang, penggunaan beberapa obat hepatotoksik secara bersamaan, banyak didapatkan pada pasien-pasien tersebut. Dengan karakteristik pasien HIV/AIDS yang berbeda dengan di negara lain maka diperlukan penelitian tersendiri tentang risiko terjadinya hepatotoksisitas imbas OAT pada pasien tersebut di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya hepatotoksisitas imbas OAT pada pasien HIV.

Metode. Desain penelitian ini adalah studi retrospektif kasus-kontrol dengan matching usia, jenis kelamin, regimen OAT dan konsumsi alkohol. Faktor risiko yang diteliti adalah koinfeksi hepatitis C, hepatitis B, konsumsi obat hepatotoksik lainnya, dan abnormalitas nilai awal SGPT dan atau billirubin total.

Hasil. Pada penelitian ini diperoleh 33 kasus dan 33 kontrol. Proporsi subjek dengan koinfeksi hepatitis C sebesar 82% pada kasus dan 76% pada kontrol, sedangkan proporsi subjek dengan koinfeksi hepatitis B sebesar 18% pada kasus dan 6% pada kontrol. Subjek dengan nilai SGPT awal meningkat didapatkan pada kelompok kasus sebesar 51,5% dan pada kontrol sebesar 12%. Sementara itu, proporsi subjek yang menggunakan obat hepatotoksik lainnya sebesar 54,5% pada kasus dan 42,4% pada kontrol. Pada analisis bivariat, hanya nilai SGPT awal yang meningkat yang berhubungan dengan kejadian hepatotoksisitas imbas OAT (OR=7,5; IK95% 1,72-32,80; p < 0,05).

Simpulan. Nilai SGPT awal yang meningkat dapat meningkatkan risiko terjadinya hepatotoksisitas imbas OAT pada pasien HIV/AIDS sebesar 7,5 kali. Tidak didapatkan hubungan koinfeksi hepatitis C, hepatitis B dan penggunaan obat hepatotoksik lainnya dengan kejadian hepatotoksisitas imbas OAT pada pasien HIV/AIDS.

Kata Kunci: hepatotoksisitas imbas OAT, HIV/AIDS, tuberkulosis

 

Risk Factors of Antituberculosis Induced-Hepatotoxicity among HIV/AIDS Patients

Introduction. Antituberculosis (ATT) induced hepatotoxicity is commonly found among HIV/AIDS patients. Several risk factor related to drug-induced hepatotoxicity such as alcoholism, hepatitis B or hepatitis C infection, abnormal baseline aminotransferase/bilirubin, poor nutritional status and concomitant hepatotoxic drugs consumption, are usually found in these patients. This study was conducted to evaluate risk factor of ATT-induced hepatotoxicity in HIV/AIDS patients. Methods. This is a case control retrospective study with matching of age, sex, antituberculosis regimen, and alcohol consumption. Risk factors evaluated are hepatitis C and hepatitis B coinfection, concomitant hepatotoxic drugs consumption, abnormal baseline aminotransferase and or bilirubin.

Results. We collected data of 33 cases and 33 controls We found 82% subjects in case group and 76% subjects in control group have hepatitis C coinfection; 18% subjects in case group and 6% subjects in control group have hepatitis B coinfection. Fifty four point five percent (54.5%) subjects in case group and 42.4% subjects in control group consume other hepatotoxic drugs. Elevated baseline ALT level was found in 51.5% subjects in case group and 12% subject in control group. Bivariate analysis showed that the risk of hepatotoxicity was higher in patients with elevated baseline ALT level (OR=7.5; 95% CI 1,7232,80; p < 0,05).

Conclusions. Elevated baseline ALT level will increase antituberculosis drug induce hepatotoxicity risk up to 7.5 times. There were no association between hepatitis C, hepatitis B, concomitant hepatotoxic drugs consumption and antituberculosis drug-induced hepatotoxicity in HIV/AIDS patients.

Keywords

antituberculosis-induced hepatotoxicity, HIV/AIDS, tuberculosis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.