Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Celiac

Harini Oktadiana, Murdani Abdullah, Kaka Renaldi, Nury Dyah

Abstract

Penyakit celiac merupakan penyakit enteropati proksimal terkait sistem imun yang bersifat reversibel, terjadi karena interaksi antara diet yang mengandung gluten dengan sistem imun di usus. Penyakit celiac memiliki manifestasi klinis yang beragam dan dapat terjadi pada usia berapapun. Jumlah penderita baru yang didiagnosis penyakit celiac meningkat karena meningkatnya kesadaran dan berkembangnya alat diagnosis yang lebih baik. Standar diagnosis penyakit celiac adalah berdasarkan uji serologi positif dan pemeriksaan histopatologi dari biopsi duodenum. Tata laksana penyakit celiac dengan diet bebas gluten akan memperbaiki gejala, kualitas kehidupan, mengurangi risiko keganasan dan komplikasi lainnya. Strategi pengobatan penyakit celiac dengan terapi non diet saat ini masih terus dikembangkan. 

Kata Kunci: diagnosis, penyakit celiac, tata laksana

 

Diagnosis and Treatment of Celiac Disease

Celiac disease is a reversible, proximal immune enteropathy resulting from the interaction of dietary gluten with the intestinal immune system. Celiac disease can produce varied manifestations and may develop at any age. New cases have increased substantially, due to increase awareness and better diagnostic tools. Standard diagnosis of celiac disease is based on positive serologic tests and histopathologic examination of duodenal biopsies. Treatment of celiac disease with free gluten diet will improve symptoms, quality of life, reduce risk of malignancy and complication. Nowadays, treatment strategy of celiac disease with non-dietary therapies is still underdevelopment. 

Keywords

celiac disease, diagnosis, treatment

Refbacks

  • There are currently no refbacks.