Wanita Usia 31 Tahun dengan Infeksi Saluran Kemih Berulang dan Rejeksi Transplan Ginjal: Suatu Laporan Kasus

Nursamsu Nursamsu, Muhammad Reza Febriliant

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK), terutama ISK rekuren, merupakan permasalahan yang umum dan terjadi pada >75% resipien transplantasi ginjal. Infeksi saluran kemih (ISK) dapat menurunkan kualitas hidup dan memengaruhi fungsi graft dan prognosis pasien. Urosepsis diikuti dengan gangguan fungsi graft merupakan komplikasi yang dapat terjadi pada resipien transplantasi ginjal dengan ISK rekuren. Artikel ini membahas mengenai suatu kasus ISK yang terjadi dalam waktu satu bulan setelah tranplantasi ginjal. Pasien didiagnosis ISK rekuren yang dicurigai disebabkan oleh kurangnya kebersihan diri dan higienisitas pasien. Namun, setelah diberikan saran perbaikan, pasien tetap menderita ISK. Hasil laboratorium menunjukkan penurunan fungsi ginjal sejak satu bulan sebelumnya. Dari hasil kultur urin didapatkan penyebab infeksi yaitu Klebsiella pneumonia. Dari uroflowmetri didapatkan sisa urin sekitar 50-60 cc pada kandung kemih. Dicurigai terdapat kelainan anatomis pada saluran kemih pasien. Dilakukan MRI sebagai evaluasi graft dengan hasil yaitu pielonefritis graft. Didapatkan juga peningkatan antibodi cytomegalovirus (CMV) yang merupakan infeksi oportunistik. Dilakukan pula biopsi renal dengan hasil yaitu rejeksi seluler akut. Setelah diberikan terapi gansiklovir 1 x 250 mg hingga 6 bulan dan kotrimoxazole 1 x 960 mg selama 14 hari, fungsi renal tetap menurun, produksi urin menurun, dan pasien jatuh pada kondisi rejeksi graft.

Kata Kunci: CMV, Infeksi saluran kemih, Rejeksi graft, Transplantasi ginjal

 

Young Kidney-Transplant Recipient Woman with Recurrent Urinary Tract Infection and Graft Rejection: A Case Report

Urinary tract infection (UTI), especially recurrent UTI, is a common problem, occurring in >75% of kidney transplant recipients. Urinary tract infection (UTI) can reduce the quality of life, graft potential, and patient survival. Urosepsis with impairment of graft function is potential long-term sequelae of recurrent UTI in kidney transplantation recipients. We present a case of UTI that developed within a month after renal transplant. The patient got a urinary tract infection repeatedly. We suspect lack of hygiene as the cause of urinary tract infection, the patient was rarely cleaning-up, took a bath, changing clothes, and did not wash after urinating. But, after we did some interventions, the patient still had urinary tract infection. Laboratory findings showed decreasing of renal function since one month before. Urine culture result showed that the cause of infection was Klebsiella pneumonia. Uroflowmetry result showed post void residual about 50-60 cc. We suspected anatomy anomaly at the urinary tract of this patient. To evaluate the renal graft without biopsy, we conducted an MRI and found a pyelonephritis renal graft. We got increasing CMV antibody for opportunistic infection. The last, renal biopsy result was acute cellular rejection. After giving appropriate treatment with ganciclovir 1 x 250 mg up to 6 months and cotrimoxazole 1 x 960 mg for 14 days, the renal function still decreased and so did the urine output, then the patient fell down into graft rejection.

Keywords

CMV, Graft rejection, Kidney transplant, Urinary tract infection

Refbacks

  • There are currently no refbacks.