Pendekatan Klinis Terkini Infeksi Clostridium difficile Nosokomial

Frans Liwang, Robert Sinto

Abstract

Kejadian infeksi Clostridium difficile (ICD) di rumah sakit telah menjadi ancaman global karena angka insidennya semakin meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Infeksi nosokomial ini berkaitan erat dengan penggunaan antibiotik di layanan kesehatan dan lebih sering terjadi pada pasien usia lanjut. Penggunaan antibiotik dapat memicu kolonisasi dan ICD melalui proses disbiosis mikrobiota saluran cerna serta interaksi sistem imun innate di saluran cerna. Manifestasi ICD pun sangat beragam, mulai dari diare ringan hingga nekrosis mukosa usus yang dapat bersifat fulminan. Mengingat tidak seluruh kolonisasi dapat menjadi infeksi, maka pemeriksaan penunjang, seperti kultur toksigenik, deteksi asam nukleat, dan uji imunologik feses, hanya direkomendasikan pada kasus simtomatik. Dalam hal tata laksana, upaya kendali dan pencegahan infeksi, termasuk penggunaan antibiotik secara rasional, menjadi hal yang penting. Selain penggunaan antibiotik untuk eradikasi bakteri, prosedur pembedahan perlu dipertimbangkan pada kasus fulminan. Alternatif lain yang telah tersedia untuk kasus ICD rekurens, antara lain transplantasi mikrobiota fekal, penggunaan antibodi antitoksin, serta beberapa antibiotik baru.
Kata Kunci: Clostridium difficile, diare, nosokomial, penggunaan rasional antibiotik

 

Current Clinical Approach of Nosocomial Clostridium difficile Infection

Hospital-acquired Clostridium difficile infection (CDI) has become one of the global threats because the incidence has increased in recent decades. This nosocomial infection is closely related to antibiotic use in health services and is commonly found in the elderly. Antibiotics can promote colonization and CDI by intestinal microbiota dysbiosis and complex innate immune system activation. The manifestation also has a wide spectrum, ranging from mild diarrhea to fulminant colonic mucosal necrosis. Given that not all colonized subjects will be infected, further investigations such as toxigenic culture, nucleic-acid detection, and stool immunologic tests are only useful in symptomatic cases. In all CDI cases, an effort to control and prevent infections, including rational use of antibiotics, is warranted. Besides the use of antibiotics to eradicate the bacteria, surgery is often indicated in fulminant cases—another novel therapy for recurrent CDI as follows fecal microbiota transplantation, antitoxin antibody, and novel antibiotics.

Keywords

Clostridium difficile, diarrhea, nosocomial, rational use of antibiotics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.