Perbandingan Skor Sokal dan Skor Hasford terhadap Respons Terapi Imatinib Mesylate pada Pasien Leukemia Granulositik Kronis di Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang

Somarnam Somarnam, Budi Darmawan Machsoos, Djoko Heri Hermanto

Abstract

Pendahuluan. Skor Sokal dan Hasford berkembang sebelum era terapi tirosine kinase inhibitor (TKI) untuk memberikan prediksi dan prognosis hasil terapi pasien leukemia granulositik kronis (LGK). Hingga saat ini, keunggulan skor Sokal dan Hasford masih diperdebatkan dalam memprediksi hasil terapi di era TKI. Imatinib mesylate merupakan TKI lini pertama dalam terapi LGK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skor prediktif yang lebih unggul dalam memprediksi respons hematologi maupun respons molekular pasien yang diterapi dengan imatinib mesylate.

Metode. Penelitian ini merupakan penelitian survei, data yang diambil secara retrospektif dari rekam medis. Sampel penelitian adalah pasien LGK fase kronis yang sekurang-kurangnya telah mendapat terapi imatinib mesylate selama 12 bulan. Perhitungan skor Sokal maupun Hasford dilakukan berdasarkan data pasien pada saat mendapat imatinib pertama kali. Untuk melihat perbedaan distribusi antara kedua skor, digunakan uji statistik marginal homogenity. Untuk melihat proses perubahan respons pada pasien yang diobati dengan imatinib dilakukan uji kesesuaian menggunakan chi-square dan fischer dengan nilai p signifikan yaitu p<0,05.

Hasil. Didapat sampel sebanyak 52 orang dengan rasio laki-laki : perempuan yaitu 1,4 : 1. Rerata usia saat terdiagnosis yaitu 43 tahun. Distribusi skor pada skor Sokal terbanyak pada kelompok risiko tinggi sedangkan skor Hasford pada kelompok risiko sedang. Prediksi skor Sokal terhadap pencapaian complete hematologic response (CHR) didapat masing-masing 44,5%, 38,1%, dan 9,1% untuk risiko rendah, sedang, dan tinggi secara berturut-turut.  Prediksi skor Hasford terhadap pencapaian CHR didapat masing-masing 47,1%, 23,1%, dan 0% untuk risiko rendah, sedang, dan tinggi secara berturut-turut. Prediksi skor Sokal terhadap pencapaian major molecular response (MMR) didapat masing-masing 44,4%, 58,8%, dan 100% untuk risiko rendah, sedang, dan tinggi secara berturut-turut.  Prediksi skor Hasford terhadap pencapaian  didapat masing-masing 78,6%, 47,6%, dan 62,5% untuk risiko rendah, sedang, dan tinggi secara berturut-turut. Dari uji statistik Chi-Square tidak ada satupun baik skor Hasford maupun skor Sokal yang berbeda secara bermakna (berdasarkan tinggi rendahnya nilai skor dikaitkan dengan respons hematologi pada bulan ke-3 dan respons molekular pada bulan ke-12) dengan nilai p > 0,05.

Simpulan. Tidak ada perbedaan antara skor Hasford dan skor Sokal dalam memprediksi respons hematologi maupun respons molekular pasien LGK kronis. Skor Sokal maupun skor Hasford dapat digunakan untuk memprediksi respons hematologi maupun respons molekular pada pasien LGK fase kronis yang diterapi dengan imatinib mesylate.

 

Kata Kunci: Imatinib mesylate, LGK, respons hematologi, respons molekular, skor Hasford, skor Sokal

 

Comparison of Socal Score and Hasford Score Against the Response of Imatinib Mesylate Therapy in Patients with Chronic Granulocytic Leukemia in dr. Saiful Anwar Hospital Malang

Introduction. The Socal and Hasford scores developed before the era of tirosine kinase inhibitor (TKI) therapy to provide predictions and prognosis for the results of therapy for chronic myeloid leukemia patients (CML). Until now the superiority of Socal and Hasford scores is still debated in predicting the results of therapy in the era of TKI. Imatinib mesylat is a first line TKI in the treatment of CML. This study aims to determine the superior predictive score in predicting hematological and molecular response of patients treated with imatinib mesylate.

Methods. A survey study was conducted with data taken retrospectively from medical records. Subjects were chronic phase LGK patients who had at least been given imatinib mesylate therapy for 12 months. Calculation of Socal and Hasford scores was carried out based on patient data when first receiving Imatinib. To see the difference in distribution between the two scores, a marginal homogeneity statistic was used. To see the process of changing the response of patients treated with Imatinib, a suitability test using chi-square and Fischer was conducted with a significant p value, p <0.05.

Results. There were 52 samples which male : female ratio was 1,4 : 1. The average age when subject was diagnosed with CML was 43 years. The distribution of scores on Socal scores was highest in the high risk group while the Hasford score was highest in the moderate risk group. The prediction of the Socal score towards the achievement of CHR was 44,5%, 38,1%, 9,1% respectively for low, medium, and high risks. The Hasford score prediction for CHR achievement was obtained by 47,1%, 23,1%, 0% for low, medium and high risks. The prediction of the Socal score on the achievement of MMR was 44,4%, 58,8%, 100% for low, medium and high risks. The Hasford score prediction on the achievement of MMR was 78,6%, 47,6%, 62,5% for low, medium and high risk respectively. From the chi-square statistic test, there was no significant difference between Hasford and Socal scores (based on the high and low scores associated with hematological response at the 3rd month and molecular response at 12th month), with p > 0,05.

Conclusion. There was no significant difference between Hasford and Socal scores in predicting hematological responses and molecular responses of chronic CML patients. Socal scores and Hasford scores can be used to predict hematological and molecular responses in chronic CML patients treated with imatinib mesylate.

Keywords

CML, Hasford score, imatinib mesylate, Socal score, Hematological response, Molecular response

Refbacks

  • There are currently no refbacks.