Hubungan Puasa Ramadan dengan Perubahan Kadar HbA1C dan Profil Lemak pada Stratifikasi Risiko Komplikasi Pasien Diabetes Melitus

Rinadhi Reza Bramantya, Putu Moda Arsana, Laksmi Sasiarini

Abstract

Pendahuluan. Pasien diabetes melitus (DM) akan tetap menjalankan puasa di bulan Ramadan yang dapat berpengaruh pada perubahan kadar HbA1C dan lemak darah setelah bulan Ramadan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan stratifikasi risiko puasa Ramadan dengan kadar HbA1C dan lemak darah pasien DM yang menjalankan puasa Ramadan.

Metode. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan desain pre dan post tes. Penelitian dilakukan pada pasien DM yang melakukan kontrol rutin sebelum dan setelah puasa Ramadan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar Malang dan memenuhi kriteria inklusi lainnya yaitu mengisi data yang diperlukan peneliti dan menjalani pemeriksaan laboratorium. Pasien dikelompokan dalam stratifikasi risiko sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Selanjutnya, dilakukan analisis kadar HbA1C dan kadar lemak sebelum (pre) dan setelah (post) puasa Ramadan pada masing-masing kelompok risiko.

Hasil. Sebanyak 25 subjek dimasukkan dalam penelitian ini dengan rerata usia 59,1 (simpang baku [SB] 11,8) tahun. Didapatkan penurunan HbA1C dari semua subjek dari 7,93% (SB 2,3) menjadi 7,86% (SB 1,9) setelah puasa Ramadan, dengan nilai p=0,563, hanya pada stratifikasi risiko sedang yang mengalami kenaikan dengan selisih 0,37% (SB 0,27). Pada subjek didapatkan peningkatan kadar kolesterol total dari 196,4 (SB 48,7) mg/dl menjadi 205,0 (SB 70,8) mg/dl dengan nilai p=0,397, dengan perubahan tertinggi pada kelompok stratifikasi risiko sangat tinggi dengan kenaikan 30,7 (SB 125,0) mg/dl. Terdapat penurunan kadar HDL dari 55,6 (SB 31,3) mg/dl menjadi 47,8 (SB 10,5) mg/dl dengan nilai p=0,782, dan penurunan terbanyak terjadi pada kelompok stratifikasi risiko sangat tinggi yaitu sebesar 27,7 (SB 66,9) mg/dl. Terdapat peningkatan nilai LDL dari 115,9 (SB 45,8) mg/dl menjadi 130,4 (SB 41,9) mg/dl dengan nilai p=0,133 dan peningkatan tertinggi pada kelompok risiko sangat tinggi dengan yaitu sebesar 55,0 (SB 74,7) mg/dl. Hanya trigliserida yang menunjukkan perbaikan dari  190,7 (SB 105,2) mg/dl menjadi 188,8 (SB 79,6) mg/dl dengan nilai p=0,084, hanya didapatkan kenaikan pada kelompok stratifikasi tinggi sebesar 13,2 (SB 213,4) mg/dl.

Simpulan. Terdapat penurunan kadar HbA1C namun nilainya tidak signifikan. Terdapat efek yang negatif puasa Ramadan terhadap kadar lemak darah, kecuali perbaikan pada kadar trigliserida yang nilainya tidak signifikan.

Kata Kunci : HbA1C, lemak darah, puasa Ramadan, stratifikasi risiko

 

Correlation of Ramadan Fasting with HbA1C and Lipid Profile Level Changes in The Risk Stratification of Complications in Diabetes Mellitus Patients


Introduction. Diabetic patients will still do Ramadan fasting, which could affect the levels of HbA1C and lipid change after Ramadan. This study aimed to identify the correlation between fasting of Ramadan risk stratification with HbA1C and lipid levels  diabetic patients who run the fast of Ramadan.

Methods. This was a survey research using pre - post test. Study was conducted among diabetes patients who meet the criteria: carry out routine controls before and after Ramadan fasting at dr. Saiful Anwar Malang Hospital, filling in the required data, and underwent examination laboratory. Patients were grouped into moderate, high, and very high-risk stratification. Then we analyzed the HbA1C and fat levels before (pre) and after (post) Ramadan fasting in each risk group.

Results. There were 25 subjects included in this study. There was a decrease in HbA1C level in all subjects from 7.93% (SD 2.3) to 7.86% (SD 1.9) after Ramadan fasting (p = 0.563), only the moderate risk group increased by 0,37% (SB 0.27). In all subjects, total cholesterol levels increased from 196.4 (SD 48.7) mg/dl to 205.0 (SB 70.8) mg/dl (p = 0.397), with the highest change found in the very high-risk group with an increase 30,7 (SD 125.0) mg/dl. There was a decrease in HDL levels from 55.6 (SD 31.3) mg/dl to 47.8 (SD 10.5) mg/dl (p = 0.782), and the highest decrease occurred in the very high - risk group (27.7 (SD 66,9) mg / dl). There was an increase in the LDL from 115.9 (SD 45.8) mg/dl to 130.4 (SD 41.9) mg/dl (p = 0.133) which the highest increase found in the very high-risk group (55.0 (SD 74.7) mg/dl). Only triglycerides showed an improvement from 190.7 (SD 105.2) mg/dl to 188.8 (SD 79.6) mg/dl (p = 0.084), increasement only occur in the high risk group (13.2 (SD 213.4) mg/dl).

Conclusion. There was a decrease in HbA1C levels, but the value of the statistics was not significant. There was a negative effect of fasting Ramadan against blood-fat levels, except for improvements in the levels of triglycerides though statistically not significant.

Keywords

Blood fat, HbA1C, Ramadan fasting, risk stratification

Refbacks

  • There are currently no refbacks.