Pendekatan Klinis Polisitemia

Rahmat Cahyanur, Ikhwan Rinaldi

Abstract

Polisitemia atau eritrositosis merupakan peningkatan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi. Polisitemia merupakan kasus yang bisa menimbulkan pertanyaan dan dilema bagi dokter. Artikel ini akan membahas tentang pendekatan diagnosis dan tata laksana polisitemia. Keluhan awal yang dirasakan oleh pasien umumnya nonspesifik, seperti lemas, pusing akibat hiperviskositas darah. Selain itu, hal penting yang harus diketahui adalah penyakit penyerta, obat-obat yang rutin digunakan, kebiasaan, riwayat trombosis (stroke, penyakit jantung) dan riwayat keluarga. Secara umum, pasien polisitemia memperlihatkan gejala plethora. Pemeriksaan status generalis kita mencari adanya tanda yang mengarahkan kepada polisitemia sekunder, seperti rendahnya saturasi oksigen yang dapat ditemui pada polisitemia sekunder. Pemeriksaan penunjang awal yang mudah dikerjakan adalah pemeriksaan darah tepi lengkap. Ferritin dan saturasi transferin dilakukan untuk menilai status besi yang dapat menyamarkan kejadian polisitemia, terutama bila gambaran darah tepi menunjukkan mikrositik hipokrom. Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan molekular. Pada kasus polisitemia vera, upaya untuk mencegah terjadinya kejadian trombosis menjadi tujuan utama pengobatan. Pada kasus polisitemia sekunder, tata laksana dilakukan untuk mengidentifikasi penyakit yang mendasari serta mengobatinya, salah satunya dengan phlebotomi.

 

Kata Kunci: Eritosit, hematokrit, phlebotomi, polisitemia

 

Polycythemia: A Clinical Approach

 

Polycythemia or erythrocytosis is an increase in the number of red blood cells in circulation marked by the increase in hematocrit. Polycythemia is a case that still raises questions and dilemma for doctors. In this paper, it will be discussed about the diagnostic approach and management of polycythemia. The initial complaints of polycythemia are generally nonspecific, such as weakness and dizziness due to blood hyperviscosity. It is also essential to know accompanying diseases, routine medications, habits, and family histories of the patients. Patients with polycythemia commonly exhibit plethora. In vital sign examination, hypertension can be found in polycythemia vera. In general examination, we should look for signs that lead to secondary polycythemia, such as low oxygen saturation that can be found in secondary polycythemia. Initial workup that should be done is a complete blood count. Ferritin and transferrin saturation are evaluated to assess the iron status that can disguise the incidence of polycythemia, especially when the image of the blood smear indicates a microcytic hyperchromic. Advanced work up that can be done is genetic examination. In the case of polycythemia vera, the primary purpose of treatment is to prevent thrombotic events. In the case of secondary polycythemia, the aim of management is to identify the underlying disease and treat it, which one of them is phlebotomy.

Keywords

Erythrocyte, hematocrit, phlebotomy, polycythemia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.