Sindrom Brugada yang Diinduksi Demam pada Pasien Gastroenteritis Akut: Sebuah Laporan Kasus

Rio Yansen Cikutra, Irwin Irwin

Abstract

Sindrom brugada (SB) adalah suatu penyakit yang disebabkan mutasi kanal natrium pada jantung yang bersifat autosomal dominan. Di seluruh dunia prevalensi SB diperkirakan 1-5/10.000 penduduk dan prevalensi tertinggi berada di Asia Tenggara, yaitu >5/10.000 penduduk. Sindrom brugada adalah kondisi yang cukup berbahaya karena merupakan predisposisi menjadi aritmia maligna (ventricular  tachycardia/VT dan ventricular fibrillation/VF) dan sudden cardiac death (SCD). Demam merupakan salah satu faktor pencetus aritmia maligna, sinkop, atau SCD pada SB. Artikel ini membahas mengenai sebuah kasus pada seorang pasien laki-laki berusia 64 tahun dengan keluhan pingsan, didahului nyeri dada dan rasa berdebar-debar. Pasien juga mengalami demam dan buang air besar cair selama dua hari. Pada pasien dilakukan pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dan didapatkan gambaran elevasi segmen ST coved-type ≥2 mm diikuti gelombang T negatif di sadapan prekordial kanan (V1 dan V2). Berdasarkan hasil tersebut pasien didiagnosis SB tipe 1. Hingga saat ini, pemasangan implantable cardioverter-defibrillator (ICD) merupakan satu-satunya cara yang terbukti efektif mencegah terjadinya SCD pada SB.

                                                                                                                                                       

Kata Kunci: Implantable cardioverter-defibrillator, sindrom brugada, ventricular fibrillation

 

Fever-Induced Brugada Syndrome in an Acute Gastroenteritis Patient: A Case Report

 

Brugada syndrome (BS) is a disease caused by autosomal dominant sodium channel mutation in the heart. The prevalence of BS worldwide is estimated to be 1-5/10,000 population and the highest prevalence is in Southeast Asia which is >5/10,000 population. Brugada syndrome is a dangerous condition because it predisposes to malignant arrhythmias (ventricular tachycardia/VT and ventricular fibrillation/VS) and sudden cardiac death (SCD). Fever is a trigger for malignant arrhythmias, syncope, or SCD in BS. This article discusses about a case of 64-year-od man patient with complaint of syncope, preceded by chest pain and palpitation. The patient also had a fever and enteritis for two days. Electrocardiographic (ECG) examination was performed on the patient and a coved-type ST-segment elevation of  ≥2 mm was obtained followed by a negative T wave in the right precordial leads (V1 and V2). Based on these results, the patient was diagnosed with type 1 BS. To date, the implantation of implantable cardioverter defibrillator (ICD) is the only therapy that has proven effective in preventing SCD in BS.             

 

Keywords

Brugada syndrome, implantable cardioverter-defibrillator, ventricular fibrillation

Refbacks

  • There are currently no refbacks.