Hubungan Defisiensi Kalsidiol Serum dan Derajat Sarkopenia pada Komunitas Usia Lanjut di Surabaya

Hemma Wahyuda Indirayani, Novira Widajanti, Hadiq Firdausi

Abstract

Pendahuluan. Kalsidiol adalah metabolit vitamin D yang digunakan untuk menentukan status vitamin D. Kalsidiol adalah bentuk utama yang ada di sirkulasi dengan half life 2 hingga 3 minggu. Sarkopenia merupakan sindrom geriatrik baru terkait dengan mortalitas dan peningkatan beban biaya kesehatan pada usia lanjut (usila). Di Indonesia, belum didapatkan data penelitian tentang hubungan kadar serum kalsidiol dengan derajat keparahan sarkopenia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara defisiensi kalsidiol serum dengan derajat sarkopenia pada komunitas usia lanjut di Surabaya.

Metode. Penelitian komunitas ini bersifat analitik observasional menggunakan rancangan cross-sectional. Subjek penelitian adalah usila yang hadir ke salah satu dari lima posyandu terpilih selama Maret - April 2019 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sarkopenia didiagnosis menggunakan pengukuran massa otot dievaluasi menggunakan bio-impedance analysis (BIA), kekuatan genggaman tangan diukur dengan handgrip dynamometer, dan performa fisik dinilai dari gait speed. Kadar serum kalsidiol diukur menggunakan electrochemiluminescence immunoassay (ECLIA). Uji komparasi dilakukan menggunakan uji chi square dengan penggabungan sel antara kelompok sufisiensi dan insufisiensi.

Hasil. Dari 104 subjek, didominasi usila perempuan sebanyak 52,9%. Median usia subjek adalah 66,4 (60-82) tahun. Jumlah subjek penelitian yang mengalami defisiensi kalsidiol serum sebanyak 55,8% dan yang tidak defisiensi sebanyak 44,2%. Hasil uji analisis menunjukkan adanya perbedaan kadar serum kalsidol yang signifikan pada berbagai derajat sarkopenia (p=0,03).

Simpulan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar serum kalsidiol dengan derajat keparahan sarkopenia pada komunitas lansia.

Kata Kunci: Kadar serum kalsidiol, komunitas, sarkopenia

The Relationship Between Serum Calcidiol Deficiency and The Degree of Sarcopenia in Elderly Communities in Surabaya

Introduction. Calcidiol is a vitamin D metabolite used to determine vitamin D status. Calcidiol is the main form in circulation with a half-life of 2 to 3 weeks. In Indonesia, research on the relationship between serum calcidiol levels to the severity of sarcopenia has not yet been obtained. The purpose of this study was to analyze the relationship between serum calcidiol deficiency and the degree of sarcopenia in elderly communities in Surabaya.

Method. This study was an observational analytic using cross-sectional design. Subjects were elderly who attended one of the five selected Posyandu during March - April 2019, who met the inclusion and exclusion criteria. Sarcopenia was diagnosed using muscle mass measurements evaluated using bio-impedance analysis (BIA), hand grip strength was measured with a handgrip dynamometer. Meanwhile, physical performance was assessed by gait speed. Calcidiol serum levels were measured using electrochemiluminescence immunoassay (ECLIA). Comparison tests were performed using chi square test (BxK) by merging cells between the deficiency and insufficiency groups.

Results. Among total of 104 subjects, 52.9% of them was female elderly. The median age was 66.4 (60-82) years. We found calcidiol deficiency in 55.8% subjects, while the rest was non-deficient. Analytical test results showed a significant difference in serum calcidol levels between various degrees of sarcopenia (p = 0.03).

Conclusion. There is a significant difference between serum calcidiol levels and the severity of sarcopenia in the elderly community.

Keywords

Calcidiol serum level, community, sarcopenia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.