Irisin Rendah dalam Serum sebagai Faktor Risiko Sarkopenia pada Lanjut Usia

I Gusti Putu Suka Aryana, I.B. Putrawan, Ni Ketut Rai Purnami, R.A. Tuty Kuswardhani, I Nyoman Astika, Ketut Suastika, I Putu Gede Adiatmika, I Made Jawi, I Nyoman Wande

Abstract

Pendahuluan. Sarkopenia adalah kondisi yang ditandai dengan adanya penurunan massa otot disertai dengan penurunan kekuatan dan atau fungsinya. Sarkopenia sangat berhubungan dengan proses penuaan, tetapi mekanisme terjadinya masih belum sepenuhnya dimengerti. Otot skeletal merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia, sehingga miokin yang diproduksi melalui kontraksi otot membuka suatu paradigma baru mengenai peran sentral otot dalam mengatur metabolisme dan fungsi organ lainnya. Salah satu miokin yang ditemukan saat ini berpengaruh terhadap aktivitas fisik adalah irisin. Irisin diduga dapat menghambat apoptosis dan merangsang sintesis otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kadar irisin rendah dalam serum sebagai faktor risiko sarkopenia pada lanjut usia.

Metode. Penelitian kasus kontrol yang dilakukan di Kota Denpasar mulai dari bulan Januari 2020 sampai dengan Oktober 2020. Sampel dipilih dengan cara purposive consecutive sampling dengan matching umur dan jenis kelamin, memiliki subjek 54 orang, 27 kelompok kasus dan 27 kelompok kontrol berumur ≥60 tahun. Status sarkopenia ditegakkan dengan kriteria Asian Working Group for Sarkopenia (AWGS). Kadar serum irisin diukur dengan enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Hasil. Dari 54 subjek, didapatkan rerata umur pada kasus 69,79 (simpang baku [SB] 5,00) tahun dan kontrol 67,89 (SB 4,50) tahun (p= 0,152), jenis kelamin laki-laki dibandingkan perempuan pada kasus dan kontrol sama, yaitu 9:18. Nilai titik potong berdasarkan kurva ROC irisin 4,51 ng/L. Status nutrisi (OR= 3,40 (IK 95%= 1,11 – 10,40); p= 0,029) dan irisin (OR= 25,30 (IK 95%= 6,00 – 106,66); p= <0,001) berpengaruh terhadap sarkopenia. Faktor yang memengaruhi secara murni terhadap sarkopenia didapatkan pada irisin rendah (OR= 103,41 (IK 95%= 7,83 – 1.364,99); p= <0,001).

Simpulan. Kadar irisin rendah merupakan faktor risiko sarkopenia pada lanjut usia. Irisin dapat dipertimbangkan untuk diteliti lebih lanjut dalam upaya untuk menjadi target terapi preventif maupun kuratif sarkopenia.

Kata Kunci: Irisin, lanjut usia, sarkopenia

 

Low Serum Irisin as A Risk Factor of Sarcopenia in Elderly

Introduction. Sarcopenia is a condition characterized by a decrease in muscle mass accompanied by a decrease in strength and/or function. Sarcopenia is closely related to the aging process, but the mechanism of its occurrence is still not fully understood. Skeletal muscle is the largest organ in the human body, so the myokine produced through muscle contraction opens a new paradigm regarding the central role of muscles in regulating metabolism and other organ functions. One of the myokines that are currently found to affect physical activity is Irisin. This study aims to determine the role of low Irisin levels in serum as a risk factor for sarcopenia in the elderly.

Methods. This case-control study was conducted in Denpasar City from January 2020 to October 2020. The sample was selected using purposive consecutive sampling with matching age and gender, with 54 subjects, 27 case groups, and 27 control groups aged ≥60 years. Sarcopenia status is enforced by the criteria of the Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS). Irisin serum levels were measured by enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).

Results. Based on 54 subjects, the mean age in cases was 69.79 (SD 5.00) years and controls 67.89 (SD 4.50) years (p = 0.152), the proportion of male:female both in cases and controls group was 9:18. The cut-off point value wass based on the irisin ROC curve 4.51 ng/L. Nutritional status (OR = 3.40 (95% CI = 1.11 - 10.40); p = 0.029) and irisin (OR = 25.30 (95% CI = 6,00 - 106.66); p = <0.001) had an effect on sarcopenia. Factors that purely influence sarcopenia were found in low irisin (OR = 103.41 (95% CI = 7.83 – 1,364.99; p = <0.001).

Conclusions. Low Irisin levels are a risk factor for sarcopenia in the elderly. Irisin could be considered for further investigation in an effort to become a target for both preventive and curative therapy for sarcopenia.

Keywords

Elderly, Irisin, Sarcopenia

Refbacks

  • There are currently no refbacks.