Densitas Massa Tulang pada Pasien HIV/AIDS

Nadia Ayu Mulansari, Nanang Sukmana, Bambang Setyohadi, Siti Setiati

Abstract

Pendahuluan. Tingginya angka kejadian HIV/AIDS pada usia muda yang mencapai 50% dari total kasus HIV/AIDS di Indonesia menjadi permasalahan yang serius, khususnya terkait kualitas hidup pasien. Selain infeksi oportunistik, keadaan osteopenia dan juga osteoporosis sering ditemukan pada pasien dengan HIV/AIDS. Namun demikian, penelitian mengenai gambaran massa tulang pada pasien HIV/AIDS di Indonesia sampai saat ini belum didapatkan.

Metode. Studi potong lintang dilakukan pada pasien dewasa dengan infeksi HIV naif antiretroviral di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Februari-Mei 2008. Pemeriksaan bone mineral density (BMD) dilakukan dengan menggunakan DXA scanning.

Hasil. Berdasarkan pemeriksaan BMD didapatkan sebanyak 29,3% subjek ostopenia, 1,3% osteoporosis dan sisanya normal. Osteopenia/osteoporosis didapatkan lebih besar pada subjek yang mengonsumsi alkohol, merokok, hitung limfosit CD4+ <200 sel/mm3 dan IMT<18,5 dengan proporsi masing-masing secara berturut-turut yaitu 53,6%; 36,9%; 35,5%; dan 37,6%. Lama infeksi HIV pada penelitian ini tidak menunjukkan hasil yang berbeda.

Simpulan. Didapatkan keadaan osteopenia dan osteoporosis pada pasien dengan HIV/AIDS. Pada pasien HIV/AIDS dengan riwayat merokok, konsumsi alkohol, hitung limfosit CD4+ <200 sel/mm3 dam IMT rendah, didapatkan angka osteopenia/osteoporosis yang lebih tinggi.

Kata kunci: HIV, naif antiretroviral, osteopenia/osteoporosis

 

Bone Mass Density in HIV/AIDS Patients

Introduction. Indonesia has a high incidence of young HIV-positive population which is 20-29 years of age is in the highest group (50%). For this reason, it is important to make a better quality of life for them. Unfortunately, beside all the opportunistic infection, it was proved that osteopenia/osteoporosis has become a new emerging metabolic condition for HIV-infected patients. There is still no study about the description of bone mass density in HIV/AIDS patients in Indonesia.

Methods. A cross sectional study was conducted in a total of 75 HIV-seropositive antiretroviral-naïve patients. Bone mineral density (BMD) was determined by dual energy X-ray absorptiometry in lumbar spine.

Results. Seventy-five subjects had been recruited. Low BMD was found in 29.3% HIV-seropositive patients with osteopenia and 1,3% with osteoporosis. There was a higher number of osteopenia/osteoporosis in subjects who consume alcohol, smoking, lymphocyte CD4 <200 cells/mm3 and low body mass index (BMI). Duration of infection did not show any differences in both HIV with osteopenia/osteoporosis and subjects with normal bone condition.

Conclusions. Osteopenia and osteoporosis were found in patients with HIV/AIDS in RSCM with lower bone density in subjects who consumed alcohol, smoke, lymphocyte CD4 <200 cells/mm3 and low BMI.

Keywords

HIV, antiretroviral naïve, osteopenia/osteoporosis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.