Evaluasi Perbandingan Serum Alfa-Fetoprotein pada Pasien Karsinoma Hepatoseluler dengan Etiologi Non-Viral

Gita Aprilicia, Krisnawati Bantas, Syahrizal Syarif, Kemal Fariz Kalista

Abstract

Pendahuluan. Etiologi non-viral dari karsinoma hepatoseluler (KSH) kini perlu mendapat perhatian. Karsinoma hepatoseluler yang semula disebabkan oleh etiologi viral hepatitis B dan hepatitis C dapat terkendali seiring dengan program nasional, sementara KSH dengan etiologi non-B non-C menjadi perhatian lebih lanjut dengan adanya kasus KSH yang berkaitan dengan peningkatan sindrom metabolik. Serum alfa-fetoprotein merupakan penanda tumor yang umumnya digunakan untuk skrining KSH pada pasien dengan sirosis hati (SH). Namun, pada KSH dengan etiologi non-viral, serum alfa-fetoprotein (AFP) cenderung normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa serum AFP dengan etiologi non-viral pada kelompok SH dan KSH serta mengevaluasi faktor-faktor yang berkaitan dengan peningkatan AFP.

Metode.  Data KSH yang berasal dari registrasi KSH di RS Cipto Mangunkusumo pada periode Agustus 2015 hingga Desember 2019 dikumpulkan. Pasien dengan SH diambil sebagai kelompok kontrol. Etiologi dari penyakit hati ditentukan dengan pemeriksaan serologis viral. Etiologi non-viral didefinisikan sebagai pasien yang memiliki anti-HCV negatif dan HBsAg negatif. Perbedaan level AFP dievaluasi dengan uji Mann Whitney. Performa serum AFP pada etiologi viral dan non-viral dievaluasi dengan receiver operation character (ROC). Faktor-faktor yang berkaitan dengan peningkatan AFP dengan ambang batas 10 ng/ml dilakukan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.

Hasil. Terdapat 295 pasien KSH dan 155 pasien SH yang masuk dalam penelitian ini. Etiologi non-viral ditemukan pada 16,1% kelompok sirosis hati dan 14,9% kelompok KSH. Median serum AFP pada pasien KSH lebih tinggi dibandingkan pada pasien SH, yaitu 187,50 ng/ml vs. 4,60 ng/ml, nilai p <0,001. Sementara itu, pada pasien KSH, median serum AFP dengan etiologi non-viral lebih rendah dibandingkan dengan etiologi viral, yaitu 12 ng/ml vs. 235,30 ng/ml, nilai p <0,001. Nilai AUC dari AFP pada keseluruhan populasi ialah 0,81 (0,77-0,85), nilai p 0,020. AUC pada etiologi non-viral mempunyai nilai yang lebih rendah dibandingkan AUC pada etiologi viral, yaitu AUC = 0,61 (IK 95%: 0,54-0,68), nilai p = 0,006 pada non-viral dan AUC = 0,85 (IK 95%: 0,81-0,88), nilai p=0,001 pada etiologi viral. Pada analisis multivariat didapatkan bahwa etiologi dan ukuran tumor merupakan faktor prediksi yang meningkatkan nilai AFP >10 ng/ml. Etiologi viral hepatitis B dan hepatitis C secara berturut-turut meningkatkan terdeteksi-nya nilai AFP 10 ng/ml sebesar 3,49 (IK 95%: 1,74 – 7,00; nilai p = 0,001) dan 6,55 (IK 95%: 2,60 – 16,55; nilai p = 0,001) lebih tinggi dibandingkan etiologi non-viral. Sementara, adjusted odd rasio pada ukuran tumor di >5 cm ialah 2,89 (IK 95%: 1,56 – 3,67; nilai p = 0,001).

Simpulan. Serum AFP rendah pada pasien KSH dengan etiologi non-viral. Peningkatan AFP >10 ng/ml dipengaruhi oleh etiologi viral hepatitis dan ukuran tumor.

Kata Kunci: Alfa fetoprotein, karsinoma hepatoseluler, non-viral

 

Comparative Evaluation of Alpha-Fetoprotein Serum in Hepatocellular Carcinoma Patients with Non-Viral Etiology

Introduction. Non-viral etiology of hepatocellular carcinoma (HCC) now needs attention. Hepatocellular carcinoma which was caused by hepatitis B and hepatitis C could be controlled in the national program, while HCC from non-B non-C etiology has become a further concern with the with the increased of metabolic syndrome. Serum alpha-fetoprotein is a tumor marker commonly used for screening for HCC in patients with liver cirrhosis (LC). However, in HCC patients with non-viral etiology, AFP serum tends to be normal. This study aimed to evaluate the performance of AFP serum based in HCC and LC patient with non-viral etiology and to evaluate the factors associated with elevated AFP.

Methods.  Data HCC from registry at Cipto Mangunkusumo Hospital in the period August 2015 to December 2019 were collected. Patients with liver cirrhosis (LC) were taken as the control group. The etiology of liver disease is determined by viral serological examination. Non-viral etiology was defined as a patient who was anti-HCV negative and HBsAg negative. Differences in AFP levels were evaluated by using the Mann Whitney test. Performance of serum AFP in viral and non-viral etiologies were evaluated by receiver operation character (ROC). The factors associated with an increase in AFP by a threshold of 10 ng/ml were evaluated by multivariate analysis using logistic regression.

Results. There were 295 HCC patients and 155 LC patients who were included in this study. Non-viral etiology was found in 16.1% of LC group and 14.9% of HCC group. The median serum AFP in HCC patients was higher than in LC patients, 187.50 ng/ml vs. 4.60 ng/ml, p <0.001. Meanwhile, in HCC patients, the median serum AFP with non-viral etiologies was lower than those with viral etiologies (12 ng/ml vs. 235.30 ng/ml, p <0.001). The AUC of AFP in the overall population was 0.81 (0.77-0.85), p = 0.020. AUC in non-viral etiology had a lower value than AUC in viral etiolog (0.61 (95% CI: 0.54-0.68), p=0.006 vs. 0.85 (95% CI: 0.81-0.88), p = 0.001). In multivariate analysis, it was found that etiology and size of the tumor were predictive factors that increased the AFP value above 10 ng/ml. Viral etiology of hepatitis B and hepatitis C, respectively, increased the detectable AFP value of 10 ng/ml by 3.49 (95% CI: 1.74 - 7.00; p = 0.001) and 6.55 (95% CI : 2.60 - 16.55; p = 0.001) higher than non-viral etiology. Adjusted odd ratio for tumor size >5 cm was 2.89 (95% CI: 1.56 - 3.67; p value 0.001).

Conclusions. AFP Serum is low in HCC patients with non-viral etiology. The increase of serum AFP above 10 ng/ml is associated with etiology of viral hepatitis and tumor size.

Keywords

Alpha fetoprotein, hepatocellular carcinoma, non-viral etiology

Refbacks

  • There are currently no refbacks.