Korelasi antara Polifarmasi dengan Lama Rawat Inap pada Pasien Geriatri di RS Mohammad Hoesin Palembang

Iswadi Tanzil, Nur Riviati, Irsan Saleh

Abstract

Pendahuluan. Pasien geriatri mempunyai karakteristik multipatologi, daya cadangan faal yang rendah, gejala dan tanda klinis yang tidak khas, menurunnya status fungsional, dan gangguan nutrisi. Keadaan tersebut merupakan faktor risiko terjadinya polifarmasi. Polifarmasi berkaitan erat dengan efek samping obat, interaksi obat, dan kepatuhan pasien. Polifarmasi juga diduga mempunyai hubungan dengan lama rawat inap pada pasien geriatri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara polifarmasi dengan lama rawat inap pada pasien geriatri di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Metode. Penelitian ini merupakan studi potong lintang dengan rancangan uji korelasi yang dilakukan di RSMH Palembang mulai April 2021 sampai Juli 2021. Sampel adalah pasien geriatri dengan usia >60 tahun. Dilakukan pendataan jumlah dan jenis obat yang diberikan dan lama rawat inap. Selanjutnya, dilakukan analisis data menggunakan program SPSS versi 22 for Windows.
Hasil. Dari 56 subjek penelitian, didapatkan subjek perempuan sebanyak 28 orang (50%) dan laki-laki 28 orang (50%). Adapun nilai median jumlah obat adalah 7 (rentang 3-32). Pasien yang tidak polifarmasi sebanyak 7 orang (12,5%), sedangkan pasien polifarmasi sebanyak 49 (87%). Nilai median lama rawat inap pasien adalah 11,5 (rentang 1-47) hari. Terdapat korelasi antara polifarmasi dengan lama rawat inap dengan kekuatan korelasi r=0,277 dan nilai p=0,039.
Simpulan. Terdapat hubungan bermakna antara polifarmasi dengan lama rawat inap (p=0,039) dengan kekuatan korelasi lemah (r=0,277).
Kata Kunci: Geriatri, lama rawat inap, polifarmasi, RSMH Palembang

 

Correlation between Polypharmacy and Length of Stay Geriatric Patient in Mohammad Hoesin Palembang Hospital

Introduction. Geriatric patients have multipathological characteristics, low physiologic reserves, atypical clinical signs and symptoms, decreased functional status, and nutritional disturbances. This situation is a risk factor for polypharmacy. Polypharmacy is closely related to drug side effects, drug interactions, and patient compliance. Polypharmacy is thought to have a relationship with the length of stay in geriatric patients. The purpose of this study was to determine the correlation between polypharmacy and length of stay in geriatric patients at Moehammad Hoesin Hospital Palembang.
Methods. This was a cross-sectional study with a correlation test design conducted at Dr. Mohammad Hoesin Hospital (RSMH) Palembang from April 2021 to July 2021. The sample was geriatric patients aged > 60 years. We collected data on the number and types of drugs given and the length of hospitalization. All data processing and analysis in this study were conducted by using SPSS version 22 for Windows.
Results. Of 56 geriatric patients, there was 28 female (50%) and 28 male (50%). The median value of the number of drugs was 7 (3-32). Patients without polypharmacy were 7 (12.5%), and patients with polypharmacy were 49 (87%). The median length of hospitalization for geriatric patients at RSMH was 11.5 (range 1-47) days. There was a correlation between polypharmacy and length of stay (r=0.277; p value=0.039).
Conclusion. There is a weak correlation between polypharmacy and length of stay (r=0.277; p=0.039).

Keywords

Geriatric, length of stay, polypharmacy, RSMH Palembang

Refbacks

  • There are currently no refbacks.